ARTIKEL

Lebih Terlindungi dengan Deteksi Penyakit Kritis Sejak Dini

Baca 2 menit
Penyakit Kritis
Ingin Turunkan Risiko Stroke? Lakukan 5 Aktivitas Ini!
Risiko penyakit kritis bisa menimpa siapa saja, yang muda maupun lanjut usia. Pencegahan dengan menerapkan gaya hidup sehat, deteksi dini melalui medical check-up, serta memiliki dana daruratdan perlindungan asuransi dapat membantu melindungi finansial jika risiko itu datang. 
 
 
Kalau cukup beruntung, kita mungkin tidak akan berurusan dengan penyakit kritis sepanjang hidup. Namun, hanya berharap pada keberuntungan juga sangat tidak bijak karena penyakit kritis bisa menyerang siapa saja, baik usia muda sampai mereka yang sudah lanjut usia. Bukan hanya itu, penyakit kritis juga banyak macamnya dan pastinya perlu diwaspadai oleh siapa pun.
 
World Health Organization (WHO) mengeluarkan data tentang sejumlah penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Sebagian besar dari penyakit tersebut muncul akibat gaya hidup yang buruk. Berikut daftar 5 penyakit kritis penyebab kematian terbesar di Indonesia menurut WHO.
 
1. Stroke
2. Penyakit jantung
3. Diabetes melitus
4. TBC
5. Siriotis hati

Solusi Pencegahan Penyakit Kritis

Cara terbaik yang bisa dilakukan adalah melakukan pencegahan sejak dini. Namun, jangan lupa untuk mempersiapkan diri jika risiko itu datang. Berikut langkah-langkah yang bisa kita lakukan untuk mempersiapkan diri terhadap penyakit kritis.

1. Menjalankan gaya hidup sehat

Untuk mencegah penyakit kritis muncul, kita perlu mulai menerapkan gaya hidup sehat. Rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan bernutrisi merupakan gaya hidup sehat yang bisa dijalani mulai dari sekarang.

2. Melakukan deteksi dini

Rutin memeriksakan diri melalui medical check-up juga menjadi salah satu cara mendeteksi risiko penyakit kritis. Saat penyakit masih berada di tahap awal, pihak medis akan lebih mudah untuk melakukan prosedur penyembuhan.

3. Mempersiapkan dana darurat

Selain menjaga kesehatan, kita perlu mempersiapkan finansial untuk segala kemungkinan. Memiliki dana darurat akan membuat kita lebih siap ketika menghadapi hal tak terduga. .

4. Memiliki perlindungan diri

Biaya perawatan dan pengobatan penyakit kritis tidak lah murah. Sehingga penting untuk setiap individu memiliki produk perlindungan diri terhadap penyakit kritis.  Asuransi penyakit kritis dapat memberikan perlindungan finansial karena pada prinsipnya, asuransi jenis ini akan memberikan santunan apabila terdiagnosa penyakit kritis yang dapat digunakan sesuai kebutuhan. Dengan memiliki asuransi penyakit kritis, seseorang dapat fokus pada pemulihan tanpa harus khawatir dengan beban finansial yang dapat muncul akibat pengobatan yang intensif.
 
Rencanakan proteksi kesehatan dengan AIA Sehat Seratus yang memberikan perlindungan terhadap ratusan penyakit kritis. Pelajari lebih lanjut mengenai produk AIA Sehat Seratus di aia.id/Sehat100.
 
 
 
Referensi:
Investopedia. Critical Illness Insurance: What Is It? Who Needs It? [Diakses pada 19 Januari 2024]
Healthline. The Top 10 Deadliest Diseases. [Diakses pada 19 Januari 2024]

Anda mungkin juga tertarik dengan