ARTIKEL

Cara Merawat Kerabat yang Mengidap Penyakit Alzheimer

Baca 2 menit
Penyakit Alzheimer
Good morning exercise
Penyakit Alzheimer kerap menyerang kaum lansia. Ketika mengidap alzheimer, mereka akan mengalami penurunan fungsi otak yang membuat mereka sulit mengingat dan melakukan aktivitas harian. Oleh karena itu, mereka membutuhkan pendampingan agar tetap dapat on track setiap harinya.


Tanggal 21 September adalah hari Alzheimer sedunia. Alzheimer merupakan bagian dari demensia dan banyak dialami oleh masyarakat lanjut usia (lansia), terutama yang usianya di atas 65 tahun. Menurut data dari Alzheimer’s Indonesia, pada 2016 diperkirakan terdapat sekitar 1,2 juta orang dengan demensia. Angka ini diperkirakan akan terus meningkat hingga mencapai 2 juta orang pada 2030.
 
Menilik gejala alzheimer, antara lain mudah lupa, sulit mengingat nama orang dan relasi kerabat, terjadi perubahan sifat yang berbeda dari sebelumnya, muncul perilaku seperti anak-anak, dan mengalami kesulitan dalam merawat diri. Jika dibiarkan, alzheimer bisa berkembang dan memicu kerusakan jaringan otak atau bahkan menimbulkan komplikasi sejumlah penyakit.
 
Penyakit ini identik dengan kemunduran fungsi otak dan kemampuan interaksi seseorang di dalam lingkungan sosialnya. Istilah awamnya, yaitu pikun. Padahal, kepikunan hanyalah salah satu gejala alzheimer. Masih ada tanda lain dari gejala alzheimer yang perlu kita tahu.
 
Faktor genetik menjadi salah satu penyebab seseorang mengalami alzheimer. Namun, itu bukan satu-satunya faktor. Gaya hidup buruk juga bisa membuat seseorang mengidap penyakit alzheimer.
 
Jika di keluarga kita ada yang mengidap alzheimer berikut ini adalah beberapa cara untuk merawat orang dengan alzheimer. 

Mengatur pola aktivitas harian

Pada orang yang mengalami alzheimer, mereka akan kesulitan melakukan rutinitas harian sehingga pola hidupnya tidak teratur. Aktivitas harian seperti makan, pergi ke toilet, atau minum obat tidak akan mampu lagi dilakukan sendiri, sehingga memerlukan bantuan orang lain. Yang perlu kita lakukan adalah membantu atau membimbing mereka dengan kegiatan-kegiatan tersebut. Misalnya, ketika makan, beritahu mereka tentang cara menggunakan alat makan. Mengatur jadwal minum obat dengan memasukkan obat-obat tersebut dalam kotak obat sesuai dengan waktu minum obat, pagi/sore/malam, dari hari Senin sampai Minggu.

Mengajak mengobrol

Agar otak tetap aktif, luangkan waktu untuk mengajak mereka mengobrol. Cara ini berguna untuk membantu agar sel-sel otak mereka tetap aktif. Carilah obrolan dengan topik yang mereka sukai, misalnya, hobi, makanan kesukaan, binatang peliharaan, dan lain-lain. Please be mindful bahwa orang dengan alzheimer mengalami kemunduran fungsi otak sehingga mungkin saja arah percakapan menjadi tidak jelas dan kerap diulang-ulang, serta terkadang mereka teringat kejadian masa lalu dan selalu diceritakan. Bersabarlah dan tetap ajak mereka mengobrol sesering mungkin.

Mendorong aktivitas fisik

Orang yang mengalami alzheimer pun perlu melakukan aktivitas fisik. Ajaklah mereka untuk berolahraga ringan seperti jalan pagi, berenang atau menari-nari kecil. Bisa juga diselingi dengan berkegiatan mengisi TTS. Aktivitas fisik ini akan membantu melenturkan otot-otot dan mengurangi risiko tubuh kaku.

Mengawasi perilaku

Pada sejumlah orang, efek alzheimer membuat perilaku mereka berubah seperti anak-anak. Ini yang memerlukan perhatian ekstra dan kesabaran tinggi. Mereka pun perlu diberi pendampingan sepanjang hari. Jika kita sedang tidak bisa mengawasi, ada baiknya memasang kamera CCTV sehingga kita tetap bisa memantau pergerakan mereka.

Memantau kesehatan berkala

Orang dengan alzheimer bisa jadi kurang menyadari kondisi kesehatannya. Ada baiknya kita rutin membawa mereka untuk berobat rutin ke dokter. Lakukan medical check up secara berkala. Dengan begitu, kondisi tekanan darah, gula darah, jantung, dan aspek kesehatan lainnya tetap terkontrol.
 
Penyakit alzheimer akan mengubah hidup seseorang, baik secara fisik maupun finansial. Oleh karena itu, sebaiknya kita melakukan langkah pencegahan sejak dini. Cara-cara untuk meminimalisasi risiko Alzheimer bisa dengan rutin melakukan olahraga, mengonsumsi masakan bergizi, menjaga kestabilan tekanan darah, menjaga kadar gula darah agar tetap normal, konsisten dalam aktif berpikir dan bergerak, serta menjaga kesehatan mental.
 
Selain itu, siapkan proteksi kesehatan. Membeli asuransi di masa muda merupakan langkah awal untuk melindungi diri dari risiko penyakit-penyakit yang dapat mengubah hidup kita secara menyeluruh nantinya. Pilihlah produk asuransi yang sesuai dengan budget dan kebutuhan kita.
 
Yuk, lindungi juga keluarga terkasih dengan memberikan proteksi kesehatan menyeluruh!
Referensi:
Alzi.or.id. Statistik tentang Demensia. [Diakses 26 September 2023]
Alodokter.com. Penyakit Alzheimer. [diakses 17 September 2023]
Halodoc.com. Penyakit Alzheimer. [diakses 17 September 2023]
Hellosehat.com. Penyakit Alzheimer. [diakses 17 September 2023]
Liputan6.com. 7 Tips Merawat Penderita Alzheimer. [diakses 18 September 2023]
BCBS.com. Early on set Dementia and Alzheimer Diagnoses Spike. [diakses 15 September 2023]
TheGreenFields.org. 6 Things to Say to Someone with Alzheimer. [diakses 18 September 2023]

Anda mungkin juga tertarik dengan