ARTIKEL

Toxic Positivity Bisa Bikin Depresi? Begini Cara Mengatasinya!

Baca 2 menit
Think Well Tips
Good morning exercise
Sifat dan perilaku positif memang mampu membantu kita mengelola stres, namun tidak dengan toxic positivity. Toxic positivity justru bisa secara serius memengaruhi kesehatan mental Anda. Anda juga mudah mengalami stres, cemas, dan memiliki perasaan bersalah.
 
Toxic positivity adalah tindakan yang seolah-olah membantu ‘menguatkan’ ketika Anda sedang berada di situasi yang tidak Anda harapkan. Toxic positivity bisa memberikan Anda semacam harapan palsu yang kadang tidak realistis terhadap situasi Anda. Hal ini tentu menghalangi Anda untuk merasakan emosi yang sebenarnya Anda miliki.
 
Misalnya, ketika Anda mengeluh tentang pekerjaan yang sangat melelahkan, namun kolega Anda menjawab dengan “Nggak apa-apa, masih untung punya pekerjaan.”, hal tersebut bisa membangkitkan rasa bersalah dalam diri Anda. Perasaan lelah yang seharusnya Anda kelola agar tidak berujung depresi jadi terabaikan.
 
Yuk ikuti tips ini untuk menjaga kesehatan mental dan menciptakan lingkungan yang lebih suportif untuk Anda!

1. Validasi Emosi Negatif Anda

Menurut sebuah studi dari Journal of Personality and Psychology, memberikan validasi bagi perasaan Anda bisa meningkatkan ketenangan psikologis. Jadi, jangan halangi diri Anda untuk merasakan berbagai emosi negatif seperti sedih, marah, gelisah, dan cemas. Merasakan emosi Anda akan mengajarkan Anda untuk mendengarkan tanpa menghakimi. Tidak hanya itu, merasakan emosi juga akan merangsang sisi empati Anda.

2. Miliki Coping-Mechanism yang Sehat

Anda tidak perlu takut menyimpan emosi negatif sendiri. Berbagilah kepada orang terdekat yang Anda percayai. Bahkan, Anda justru juga sangat dianjurkan untuk menemui profesional ketika emosi yang Anda rasakan dirasa sudah tidak mampu Anda kelola. Jangan ragu dan takut untuk mencari pertolongan!

3. Jangan Takut untuk Mengekspresikan Diri

Tekanan untuk selalu berpikir dan memiliki perasaan positif bisa memaksa orang untuk pada akhirnya menyembunyikan emosi mereka yang sebenarnya. Oleh karena itu, tidak apa untuk mengekspresikan emosi yang Anda rasakan, baik itu negatif atau positif. Anda bisa bercerita, berbagi, bahkan menyalurkannya ke karya seni apabila Anda memiliki minat di bidang tersebut.
Penting untuk memberikan atensi penuh terhadap kesehatan tubuh kita dan risiko akan penyakit yang mengancam. Oleh sebab itu, Anda membutuhkan proteksi yang bisa melindungi Anda dari berbagai risiko yang tidak bisa terduga. Mulai dengan memiliki asuransi kesehatan, jangan ragu untuk hubungi AIA Life Planner!
 
Pada akhirnya, toxic positivity bisa seolah-olah menjadi ‘jalan keluar’ bagi emosi yang kita rasakan. Namun, toxic positivity bisa semakin menjauhkan Anda dari realita. Mungkin memang butuh waktu, namun membiasakan diri untuk menerima kondisi yang tidak ideal lebih baik dibandingkan berpura-pura bahagia. Yuk, mulai prioritaskan kesehatan mental Anda dengan hindari toxic positivity!
 
AIA Vitality hadir untuk mendukung Anda dalam menjaga kesehatan mental. Bergabung bersama kami dan nikmati berbagai fitur yang bisa membantu Anda. Terdapat juga rewards yang bisa Anda tukarkan dari setiap kegiatan sehat yang Anda lakukan. Mulai sekarang, klik di sini!

Anda mungkin juga tertarik dengan