ARTIKEL

Lari vs. Jalan Kaki: Mana yang Terbaik?

Ingin Turunkan Risiko Stroke? Lakukan 5 Aktivitas Ini!
Olahraga lari dan jalan kaki mudah dan murah dijalankan. Namun, berbicara mengenai efektivitas, kita perlu melihat target yang ingin dicapai saat olahraga dan kondisi fisik sebelum olahraga. Penting mengetahui kemampuan dan kondisi diri sebelum menentukan jenis olahraga yang tepat.
 
 
Soal memilih olahraga yang praktis dan mudah, mungkin kita langsung mempertimbangkan lari atau jalan sehat. Sederhana saja, kedua olahraga ini mudah dilakukan, tanpa modal besar, dan tidak selalu terikat lokasi. Namun, di antara keduanya, manakah yang lebih efektif? Meskipun tampak mudah, apakah lari dan jalan sehat selalu aman untuk semua orang?
 
Untuk menjawabnya, kita perlu mengetahui tujuan dari olahraga. Jika ingin menurunkan berat badan, lari atau jogging akan lebih efektif dalam membakar kalori dengan waktu yang lebih singkat. Sementara itu, jika ingin menjaga kesehatan sehari-hari dengan cara ringan, jalan kaki atau berjalan dengan tempo cepat, bisa menjadi opsi.
 
Akan tetapi, yang terpenting adalah melihat kondisi tubuh sebelum memulai olahraga. Pembakaran kalori memang berlangsung lebih cepat saat olahraga lari. Di sisi lain, lari termasuk olahraga intensitas tinggi dan belum tentu bisa dilakukan oleh semua orang. Untuk balita dan lansia, olahraga jalan sehat lebih cocok diterapkan daripada lari.
 
Oleh karena itu, antara jogging dan jalan kaki, sebaiknya pertimbangkan sejumlah faktor sebelum memilih salah satu di antaranya.

Kondisi fisik

Karena lari adalah olahraga dengan intensitas tinggi, pastikan tubuh dalam kondisi fit dan tidak mengalami cedera kaki. Pertimbangkan pula daya tahan tubuh cukup kuat apabila ingin memulai lari dalam durasi lama atau lari jarak jauh (maraton).
 
Hindari lari jika dalam kondisi cedera kaki seperti tulang geser, masalah ankle, atau penyembuhan dari patah tulang. Jika mengalami penyakit osteoporosis atau osteoartritis, hindari jogging karena bisa menambah beban pada tulang dan persendian. Sebaliknya, jalan kaki bisa menjadi opsi yang lebih ringan.

Usia

Olahraga lari cocok untuk orang dewasa dalam usia produktif. Anak-anak di atas usia 8 tahun dan remaja belasan tahun juga bisa berolahraga lari jika tidak memiliki kendala kesehatan tertentu.
 
Namun, untuk anak-anak usia 5-7 tahun, olahraga berenang, jalan kaki, atau bersepeda akan lebih sesuai dibandingkan lari. Demikian juga untuk orang yang berusia di atas 55 tahun, olahraga jalan kaki juga lebih dianjurkan ketimbang lari. 

Tujuan dan target

Pemilihan antara jogging dan jalan cepat juga mempertimbangkan target dan tujuan olahraga. Jika menginginkan penurunan berat badan 1–3-kilogram dalam sebulan, olahraga lari yang diimbangi dengan pengaturan pola makan akan lebih efektif. Begitu juga jika ingin mendapatkan tubuh yang kencang, membentuk otot kaki yang padat, dan menguatkan postur tubuh yang tegap, pilih lari atau olahraga kardio lainnya.
 
Di sisi lain, jika ingin berolahraga untuk terapi setelah operasi tertentu atau olahraga saat pemulihan penyakit, jalan sehat adalah pilihan yang lebih tepat. Namun, pastikan pula tubuh dalam kondisi yang cukup kuat untuk memulai olahraga. 

Pemilihan pakaian

Baik lari maupun jalan kaki, keduanya sama-sama menyehatkan tubuh dan meminimalkan risiko sejumlah penyakit. Namun, jangan lupakan soal pakaian. Sebagai contoh, sepatu untuk jogging atau lari maraton tentunya mempunyai spesifikasi yang berbeda dengan sepatu olahraga untuk jalan sehat.
 
Durabilitas, kenyamanan, ketebalan, dan kelenturan sepatu untuk lari perlu dipertimbangkan matang untuk menghindari risiko cedera. Demikian pula dengan jenis pakaian untuk lari yang memperhitungkan aspek seperti daya serap pakaian lari dan ketahanannya.
 
Jika menyukai olahraga intensitas tinggi dan suka bersosialisasi dengan banyak orang, pilihlah olahraga dan bergabunglah dengan komunitas lari terdekat. Namun, jika ingin berolahraga bersama-sama dengan anggota keluarga lainnya, seperti kakek-nenek dan anak-anak, jalan-jalan sehat juga tidak kalah menyenangkan.
 
Paling penting adalah kondisi fisik saat olahraga cukup fit. Pertimbangkan juga konsistensi dalam berolahraga. Baik lari maupun jalan sehat tidak akan memberikan hasil optimal jika jarang dilakukan. Jadi, sebaiknya buatlah jadwal khusus olahraga 2-3 hari untuk menjaga tubuh tetap sehat.
 
 
 
Referensi:
Verywellhealth.com Walking vs Running. [Diakses 8 Desember 2023]
NYTimes.com Walking Running Health Benefits. [Diakses 8 Desember 2023]
EkaHospital.com Olahraga Aman untuk Lansia. [Diakses 8 Desember 2023]
Halodoc.com 9 Manfaat Olahraga Jalan Cepat untuk Lansia. [Diakses 8 Desember 2023]
Hellosehat.com Olahraga Anak SD. [Diakses 8 Desember 2023]

Anda mungkin juga tertarik dengan