cicilan-sesuai-kebutuhan

Publication Article
true
Article Image
/content/dam/id/gojek/bds/alliswell/images/Article 4.jpg
Publish Date
2022-11-25 12:23
tags
aia-id-bds:plan-well
article title
Cicilan Boleh Saja Asal Tau Batasnya
Description

Kata cicilan tentunya sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita, apalagi jaman sekarang apapun bisa dicicil mulai dari mencicil rumah, mobil, dan motor.

article description detail

Bahkan berbagai kebutuhan sehari-hari juga bisa dicicil, namun tetap harus memperhatikan batasan-batasannya jangan sampai terlena dengan iming-iming promo sehingga membuat kamu kewalahan ketika jatuh tempo pembayarannya dan pengeluaran bulanan mu tidak membengkak . Menggunakan cicilan memang sangat menggiurkan apalagi harga-harga serta promo yang ditawarkan jika kamu menggunakan cicilan atau kartu kredit, tentu akan semakin sulit untuk menolaknya. Namun jangan khawatir, berikut tips agar kamu terhindar dari cicilan atau hutang yang membelit.

1. Ubah kebiasaan buruk konsumtif

Jika kebiasaan belanja membuat kamu terus berhutang,maka berhentilah terlalu banyak membelanjakan uang. Mulailah susun anggaran serta buatlah dana darurat. Cara lain yang bisa dilakukan adalah melihat persentase pengeluaran per kategori, seperti biaya rumah, gas, makanan, dan sebagainya. Untuk menghitung persentasenya, bagi jumlah yang kamu belanjakan pada setiap kategori dengan jumlah pengeluaran bulanan.

2. Ketahui jumlah utang

Beberapa orang tanpa sadar mereka tak mengetahui jumlah spesifik hutang mereka dan terkadang ini dilakukan secara sengaja. Untuk menghindari lingkaran hutang harusnya kamu berani melihat angka hutangmu meskipun itu jumlahnya besar. Hal ini diperlukan untuk menghindari kamu dari keinginan untuk berhutang di kemudian hari.

3. Tentukan besaran yang mampu dibayarkan

Bila saat ini kamu membayar hutang dengan angka minimum setiap bulan, maka hutang akan lunas dalam beberapa tahun atau dekade. Untuk melunasi hutang dengan cepat, kamu bisa membayar lebih dari angka minimum setiap bulannya. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Pertama, gunakan anggaran yang kamu miliki untuk melunasi hutang. Gunakan anggaran bulanan untuk mengetahui seberapa besar yang kamu bisa sisihkan untuk membayar hutang tiap bulan. Totalkan semua penghasilanmu, baik gaji, tunjangan, bonus, imbal hasil investasi, dan sebagainya. Kemudian, buat rincian pengeluaran rutin dan minimum pembayaran utang. Jangan lupa juga menyisihkan untuk pengeluaran tak terduga. Kedua, bayar utang dengan besaran lebih besar kapanpun kamu bisa. Semakin besar jumlah yang kamu bayarkan, semakin cepat pula hutangmu lunas.

4. Ingat kenapa kamu berhutang

Mengingat alasan berhutang adalah hal ampuh untuk mencegah kamu kembali melakukan hal yang sama. Terbebas dari hutang mewajibkanmu mengubah kebiasaan yang membuat kamu berhutang. Luangkan waktu sejenak untuk kembali mengingat apa yang membuatmu harus memiliki hutang.

Belanja dengan sistem cicilan 12 bulan ternyata berbahaya? Ini penjelasannya.

Akses belanja kini makin mudah. Tak hanya bisa dilakukan dengan satu dua kali klik, namun opsi cicilan atau bayar belakangan juga membuat kebiasaan belanja semakin sulit ditahan.

Fitur-fitur tersebut memang memudahkan, namun hati-hati dan jangan sampai terlena. Bisa-bisa, hidup malah serasa dikejar-kejar cicilan dan dililit hutang.

"Ketika kita melihat cicilan sebagai opsi, berarti kan sebenarnya budget kita terbatas. Kalau budget kamu terbatas, berarti kamu belum mampu sebenarnya untuk membeli barang itu. Nah, coba dipikir lagi, dipikir aja dulu kalau aku membeli barang ini dengan cicilan, satu, apakah aku mampu membayarnya dengan cicilan setiap bulan? Yang kedua, apakah kalau aku membeli barang ini dengan cicilan, bulan depan aku tidak akan membeli barang lain dengan cicilan? Dan yang ketiga, jangan beli kalau kamu memang tidak mampu bayar. Sesimpel itu," tutur Financial Planner & Educator, Aliyah Natasya di acara e-Life detikcom. Aliyah juga menyarankan, jika hendak mengambil cicilan, usahakan maksimal 6 bulan saja. Ini demi mencegah kebiasaan berhutang. "(Cicilan) maksimal itu 6 bulan deh, jangan 12 bulan. Kenapa? Semakin kamu lihat kecil, nominal cicilannya, kamu akan terbiasa mencicil, menambah, menambah, menambah sehingga porsi hutangnya terus bertambah. Jangan pernah membiasakan utang itu menjadi kebiasaan atau habit," katanya.

Apa itu Paylater?

Akhir-akhir ini salah satu fitur transaksi digital yaitu paylater lagi naik daun, tak ayal banyak yang masih menyimpan pertanyaan seputar apa itu paylater. Fenomena tersebut diamati oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang belakangan turut menyampaikan penjelasan terkait apa itu paylater melalui akun media sosialnya. Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot menjelaskan bahwa paylater adalah sebuah istilah yang merujuk pada transaksi pembiayaan barang atau jasa. “Di Indonesia, paylater dapat difasilitasi melalui beberapa lembaga jasa keuangan seperti bank, lembaga pembiayaan, atau Fintech Peer-to-Peer Lending”.

Tips menggunakan fitur paylater

Lebih jauh, OJK menyampaikan penjelasan agar masyarakat lebih memahami dan mengenali apa itu paylater. Ditegaskan, paylater adalah salah satu bentuk utang. “Kamu dapat membeli produk dengan menunda pembayaran yang wajib dilunasi di kemudian hari, biasanya dalam bentuk cicilan beberapa minggu atau bulan tergantung jenis dan nominal pembelian. Jadi sebelum menggunakan layanan paylater lihat kemampuan kamu untuk melunasi ya,” tulis OJK. Adapun tips menggunakan layanan paylater dari OJK adalah sebagai berikut: Batasi nilai pinjaman sesuai dengan kemampuan membayar Pahami kontrak perjanjian Melunasi dana pinjaman paylater tepat waktu untuk menghindari denda Perhatikan suku bunga/biaya pada fitur paylater. Ketahui denda keterlambatan pengembalian dana pinjaman.

Paylater Menjebak? Simak Untung Rugi Sebelum Kamu Memakainya!

Paylater alias layanan pembayaran di belakang memang tengah digandrungi saat ini. Konsepnya hampir mirip dengan transaksi menggunakan kartu kredit. Layanan ini pertama kali diperkenalkan di Indonesia oleh berbagai marketplace populer. Tujuannya sebagai alternatif pembayaran tunai dan non tunai di luar dompet akun, transfer bank, kartu kredit dan debit.

Keuntungan Menggunakan Paylater

Saat ini, paylater sudah merambah ke berbagai sektor, termasuk aplikasi-aplikasi finansial. Popularitas sekaligus jumlah pengguna layanan ini terus meningkat, terutama generasi milenial yang memang lekat dengan label ‘serba praktis’. Tidak dapat dimungkiri bahwa paylater memang menawarkan banyak keuntungan kepada para pengguna :

Pengajuan Mudah

Kartu kredit maupun kartu debit yang dapat digunakan untuk melakukan pembayaran daring memiliki persyaratan pengajuan yang cukup rumit. Berbeda dengan layanan paylater yang prosesnya mudah, bahkan bisa dilakukan secara online. Cukup unggah foto identitas dan swafoto, pengajuan langsung disetujui. Jadi, jangkauan penggunanya lebih luas.

Bisa Digunakan untuk Berbagai Macam Transaksi

Paylater saat ini dapat dimanfaatkan sebagai metode pembayaran bermacam transaksi online maupun offline. Hal ini tidak terlepas dari kerja sama yang sudah dibangun oleh penyedia layanan dengan berbagai rekanan. Jadi, kamu tidak perlu khawatir saat tidak memiliki uang tunai, karena tetap bisa memenuhi kebutuhanmu dengan pembayaran paylater.

Ada Metode Cicilan

Selain bayar nanti sesuai dengan nama programnya, paylater kini sudah menawarkan pembayaran dengan sistem cicilan. Jadi, saat bertransaksi, kamu bisa memilih pelunasan tagihan melalui 2 – 12 kali cicilan. Pemberian opsi pelunasan ini membuatmu lebih leluasa dalam berbelanja tanpa khawatir tidak bisa melunasi tagihan bulan depan.

Banyak Promo Menarik

Berbagai vendor penyedia layanan paylater juga tidak ketinggalan melakukan promosi agar semakin banyak yang menggunakan model pembayaran yang satu ini. Salah satunya dengan memberikan berbagai promo melalui kerja sama dengan rekanan. Biasanya berupa diskon yang cukup besar di mana sangat menarik bagi konsumen.

Kerugian menggunakan Paylater 

Di era teknologi seperti saat ini, kita bisa berbelanja online dengan berbagai pilihan metode pembayaran yang memudahkan. Salah satu metode pembayaran yang sering kita temukan adalah paylater atau bayar kemudian.

Dengan paylater, kamu bisa membeli barang sekarang dan bayar belakangan. Namun, jika kamu tidak bisa mengelola uang dengan baik, kamu bisa mengalami jeratan hutang atau cicilan yang melilit karena memakai fitur ini. Seperti yang kita ketahui di jaman sekarang segalanya serba praktis, contohnya saja ketika kamu sedang berbelanja di salah satu toko online maupun offline sudah mulai banyak toko yang menawarkan kamu untuk membayar dengan paylater, tak hanya itu saja jika kamu menggunakan paylater maka akan diberikan promo-promo terbaik sehingga kita tergiur untuk menggunakannya. Namun tahukah kamu bahwa ternyata membayar barang belanjaan yang kamu beli dengan menggunakan paylater memiliki dampak negatif seperti berikut :

1. Perilaku konsumtif yang berlebihan

Risiko paylater yang pertama, penggunaan fitur ini bisa memberikan dorongan impulsif secara tidak sadar. Jika seperti itu, sering kali kamu membeli barang yang sebenarnya tidak kamu butuhkan. Menggunakan paylater juga dapat membuatmu membudayakan berhutang banyak yang tidak menyadari bahwa paylater merupakan bentuk pemutakhiran dari hutang. Kamu membeli sesuatu tapi tidak langsung membayarnya, artinya kamu berhutang, bukan? Jadi, sebenarnya paylater dapat menjadi gerbang membudidayakan hutang. Padahal, sekali berhutang, kamu berpotensi untuk terus mengulanginya lagi dan lagi. Tentunya hal tersebut juga membuatmu jadi lebih boros tidak perlu menyediakan uang tunai atau tidak harus memiliki saldo di rekening sebagaimana pembayaran dengan debit, paylater bisa membuatmu terlena. Dampaknya? Kamu akan menjadi lebih boros karena terus bertransaksi. Apalagi kalau limit yang diberikan oleh penyedia layanan cukup besar, kamu pasti akan ketagihan menggunakan metode pembayaran ini.

2. Ada biaya yang tak disadari

Ada biaya yang langsung aktif saat kamu menggunakan paylater, seperti biaya subcription, biaya cicilan dan biaya lainnya yang dapat berbeda dari tiap aplikasi. Biaya-biaya tersebut bisa memberatkan kamu saat tiba waktunya membayar tagihan. Membuat tagihanmu jadi semakin membengkak kamu memilih paylater untuk memudahkan kebutuhanmu dalam bertransaksi, tapi jangan lupa bahwa layanan ini memberlakukan berbagai penambahan biaya. Ada administrasi bulanan, bunga cicilan bagi yang memilih pelunasan secara angsuran, dan denda. Total dari biaya-biaya eksternal tersebut biasanya tidak terpikirkan dan akhirnya membuat tagihan membengkak.

3. Pengaturan keuangan yang terganggu

Risiko paylater berikutnya adalah pengaturan keuangan kamu bisa terganggu. Mudahnya membeli barang lewat fitur ini dari berbagai aplikasi sering kali dapat mengganggu pengaturan keuangan pribadi dengan banyaknya cicilan yang datang.

Dana yang kamu sisihkan untuk membayar paylater juga bisa terpakai untuk keperluan tak terduga sewaktu-waktu, sehingga menimbulkan risiko tidak mampu bayar yang tinggi.

4. Penunggakan bisa ganggu skor kredit

Risiko paylater selanjutnya, jika kamu menunggak bayar paylater, maka tagihan itu akan membuat catatan reputasi kredit kamu menjadi buruk. Hal tersebut bisa berisiko ditolaknya pengajuan kredit lain yang sifatnya lebih penting, misalnya kredit properti atau kendaraan. Apalagi jika kamu suatu saat nanti ingin membeli rumah dengan cara KPR tentunya hal tersebut bisa menghambat rencana masa depanmu nantinya.

5. Peretasan identitas

Terakhir, ada pula risiko peretasan karena transaksi digital. Walaupun setiap aplikasi sudah menyiapkan keamanan yang tinggi, risiko tersebut  masih ada. Dimana para kriminal meretas database di akun transaksi kamu dan menggunakannya untuk hal yang tak bertanggung jawab.

Paylater, Yes or No? Pilihan Ada di Tanganmu!

Banyak juga bukan poin kelemahan dari layanan paylater yang berpotensi merugikan dirimu? Tapi, apakah itu berarti kamu tidak sebaiknya menggunakan layanan tersebut? Sebenarnya tidak juga, asalkan kamu dapat mengontrol diri dengan baik. Bila kamu merasa dapat mengendalikan hasrat tidak terbuai dengan kemudahan paylater, tidak masalah untuk memanfaatkannya. Namun hal itu kembali lagi ke dirimu sendiri apakah menurutmu menggunakan paylater itu adalah sebuah keharusan atau tidak, kamu bisa memikirkannya jauh-jauh hari sebelum mengambil keputusan untuk menggunakan paylater. Selain itu kamu juga harus mulai pintar-pintar mengatur keuanganmu gunakan untuk hal-hal yang tidak terduga seperti sakit atau lain sebagainya. Kemudian jangan lupa juga untuk memberikan ekstra proteksi pada dirimu bersama produk Asuransi AIA Future Protection dengan paket WFA yang terdapat pada platform All Is Well (alliswell.aia.id) baik pada website maupun mobile. Asuransi online yang #TanpaRibetSatSet harganya affordable, cukup 1 Rupiah bisa melindungimu hingga 15 juta. Prosesnya cepat kurang dari 5 menit aja kamu sudah bisa terlindungi secara maksimal. Daftar sekarang!

share logos